BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

Assalamu'alaikum

Sabtu, 30 Januari 2010

Albert Einstein

Biography

Albert EinsteinAlbert Einstein was born at Ulm, in Württemberg, Germany, on March 14, 1879. Six weeks later the family moved to Munich, where he later on began his schooling at the Luitpold Gymnasium. Later, they moved to Italy and Albert continued his education at Aarau, Switzerland and in 1896 he entered the Swiss Federal Polytechnic School in Zurich to be trained as a teacher in physics and mathematics. In 1901, the year he gained his diploma, he acquired Swiss citizenship and, as he was unable to find a teaching post, he accepted a position as technical assistant in the Swiss Patent Office. In 1905 he obtained his doctor's degree.

During his stay at the Patent Office, and in his spare time, he produced much of his remarkable work and in 1908 he was appointed Privatdozent in Berne. In 1909 he became Professor Extraordinary at Zurich, in 1911 Professor of Theoretical Physics at Prague, returning to Zurich in the following year to fill a similar post. In 1914 he was appointed Director of the Kaiser Wilhelm Physical Institute and Professor in the University of Berlin. He became a German citizen in 1914 and remained in Berlin until 1933 when he renounced his citizenship for political reasons and emigrated to America to take the position of Professor of Theoretical Physics at Princeton*. He became a United States citizen in 1940 and retired from his post in 1945.

After World War II, Einstein was a leading figure in the World Government Movement, he was offered the Presidency of the State of Israel, which he declined, and he collaborated with Dr. Chaim Weizmann in establishing the Hebrew University of Jerusalem.

Einstein always appeared to have a clear view of the problems of physics and the determination to solve them. He had a strategy of his own and was able to visualize the main stages on the way to his goal. He regarded his major achievements as mere stepping-stones for the next advance.

At the start of his scientific work, Einstein realized the inadequacies of Newtonian mechanics and his special theory of relativity stemmed from an attempt to reconcile the laws of mechanics with the laws of the electromagnetic field. He dealt with classical problems of statistical mechanics and problems in which they were merged with quantum theory: this led to an explanation of the Brownian movement of molecules. He investigated the thermal properties of light with a low radiation density and his observations laid the foundation of the photon theory of light.

In his early days in Berlin, Einstein postulated that the correct interpretation of the special theory of relativity must also furnish a theory of gravitation and in 1916 he published his paper on the general theory of relativity. During this time he also contributed to the problems of the theory of radiation and statistical mechanics.

In the 1920's, Einstein embarked on the construction of unified field theories, although he continued to work on the probabilistic interpretation of quantum theory, and he persevered with this work in America. He contributed to statistical mechanics by his development of the quantum theory of a monatomic gas and he has also accomplished valuable work in connection with atomic transition probabilities and relativistic cosmology.

After his retirement he continued to work towards the unification of the basic concepts of physics, taking the opposite approach, geometrisation, to the majority of physicists.

Einstein's researches are, of course, well chronicled and his more important works include Special Theory of Relativity (1905), Relativity (English translations, 1920 and 1950), General Theory of Relativity (1916), Investigations on Theory of Brownian Movement (1926), and The Evolution of Physics (1938). Among his non-scientific works, About Zionism (1930), Why War? (1933), My Philosophy (1934), and Out of My Later Years (1950) are perhaps the most important.

Albert Einstein received honorary doctorate degrees in science, medicine and philosophy from many European and American universities. During the 1920's he lectured in Europe, America and the Far East and he was awarded Fellowships or Memberships of all the leading scientific academies throughout the world. He gained numerous awards in recognition of his work, including the Copley Medal of the Royal Society of London in 1925, and the Franklin Medal of the Franklin Institute in 1935.

Einstein's gifts inevitably resulted in his dwelling much in intellectual solitude and, for relaxation, music played an important part in his life. He married Mileva Maric in 1903 and they had a daughter and two sons; their marriage was dissolved in 1919 and in the same year he married his cousin, Elsa Löwenthal, who died in 1936. He died on April 18, 1955 at Princeton, New Jersey.

From Nobel Lectures, Physics 1901-1921, Elsevier Publishing Company, Amsterdam, 1967

This autobiography/biography was written at the time of the award and first published in the book series Les Prix Nobel. It was later edited and republished in Nobel Lectures. To cite this document, always state the source as shown above.

Keajaiban Al-Qur'an

HARUN YAHYA (Adnan Oktar)

Harun Yahya adalah nama pena Adnan Oktar yang lahir di Ankara pada tahun 1956. Sebagai seorang da'i dan ilmuwan terkemuka asal Turki, beliau sangat menjunjung tinggi nilai akhlaq dan mengabdikan hidupnya untuk mendakwahkan ajaran agama kepada masyarakat. Adnan Oktar memulai perjuangan intelektualnya pada tahun 1979, yakni ketika menuntut ilmu di Akademi Seni, Universitas Mimar Sinan. Selama berada di universitas tersebut, beliau melakukan pengkajian yang mendalam tentang berbagai filsafat dan ideologi materialistik yang sangat berpengaruh terhadap masyarakat sekitar. Hal ini menjadikan beliau lebih tahu dan paham dibandingkan dengan para pendukung filsafat atau ideologi itu sendiri. Berbekal informasi dan pengetahuan yang mendalam ini, beliau menulis berbagai buku tentang bahaya Darwinisme dan teori evolusi, yang merupakan ancaman terhadap nilai-nilai akhlaq, terhadap dunia; serta buku tentang keruntuhan teori ini oleh ilmu pengetahuan. Majalah ilmiah populer terkenal New Scientist edisi 22 April 2000 menjuluki Adnan Oktar sebagai "pahlawan dunia" yang telah membongkar kebohongan teori evolusi dan mengemukakan fakta adanya penciptaan. Penulis juga telah menghasilkan berbagai karya tentang Zionisme dan Freemasonry, serta ratusan buku yang mengulas masalah akhlaq dalam Al-Qur'an dan bahasan-bahasan lain yang berhubungan dengan akidah.

Nama pena Harun Yahya berasal dari dua nama Nabi: "Harun" (Aaron) dan "Yahya" (John) untuk mengenang perjuangan dua orang Nabi tersebut melawan kekufuran.

Buku-buku karya pengarang: 'Tangan Rahasia' di Bosnia, Kebohongan Holocaust, Di Balik Tirai Terorisme, Kartu-Kurdi Israel, Strategi Nasional bagi Turki, Moral Qur'ani: Solusi, Permusuhan Darwin Terhadap Bangsa Turki, Bencana Kemanusiaan Akibat Ulah Darwinisme, Kebohongan Teori Evolusi, Bangsa-Bangsa Yang Diadzab, Nabi Musa, Zaman Keemasan, Keagungan Warna Ciptaan Allah, Kebesaran Allah di Setiap Sudut Alam Semesta, Hakikat Kehidupan Dunia, Pengakuan Kaum Evolusionis, Kekeliruan Kaum Evolusionis, Sihir Darwinisme, Agama Darwinisme, Al-Qur'an Menuntun Kepada Ilmu Pengetahuan, Asal Usul Kehidupan yang Sesungguhnya, Penciptaan Alam Semesta, Keajaiban Al-Qur'an, Desain Pada Alam, Perilaku Pengorbanan Diri dan Kecerdasan Pada Dunia Hewan, Keabadian Telah Berlangsung, Anakku Darwin Telah Berbohong!, Berakhirnya Darwinisme, Bagaimana Seorang Muslim Berpikir?, Keabadian dan Hakikat Takdir, Jangan Berpura-Pura Tidak Tahu, Misteri DNA, Keajaiban Atom, Keajaiban Sel, Keajaiban Sistem Kekebalan, Keajaiban Mata, Keajaiban Penciptaan Tumbuhan, Keajaiban Laba-Laba, Keajaiban Semut, Keajaiban Nyamuk, Keajaiban Lebah, Keajaiban Biji, Keajaiban Rayap.

Karya penulis dalam bentuk booklet: Misteri Atom, Keruntuhan Teori Evolusi: Fakta Penciptaan, Keruntuhan Materialisme, Berakhirnya Materialisme, Kekeliruan Kaum Evolusionis 1, Kekeliruan Kaum Evolusionis 2, Mikrobiologi Meruntuhkan Teori Evolusi, Fakta Penciptaan, 20 Pertanyaan Yang Meruntuhkan Teori Evolusi, Kebohongan Terbesar Dalam Sejarah Biologi: Darwinisme.

Karya-karya pengarang yang berhubungan dengan Al-Qur'an: Pernahkah Anda Berpikir Tentang Kebenaran?, Mengabdi Hanya Kepada Allah, Meninggalkan Masyarakat Jahiliyyah, Surga, Teori Evolusi, Nilai Akhlaq Dalam Al-Qur'an, Ilmu Al-Qur'an, Index Al-Qur'an, Hijrah di Jalan Allah, Sifat Munafiq Dalam Al-Qur'an, Rahasia Orang Munafiq, Nama-Nama Allah Yang Agung, Berdakwah dan Berdebat Dalam Al-Qur'an, Konsep Dasar Dalam Al-Qur'an, Jawaban-Jawaban Al-Qur'an, Kematian, Kebangkitan dan Neraka, Perjuangan Para Rasul, Syaitan: Musuh Nyata Manusia, Agama Berhala, Agama Kaum Jahiliyyah, Kesombongan Syaitan, Doa Dalam Al-Qur'an, Urgensi Akal dalam Al-Qur'an, Hari Kebangkitan, Jangan Pernah Lupa, Hukum-Hukum Al-Qur'an yang Diabaikan, Karakter Manusia Dalam Masyarakat Jahiliyyah, Pentingnya Sabar Dalam Al-Qur'an, Pengetahuan Umum Dari Al-Qur'an, Memahami Iman dengan Mudah 1-2-3, Pemikiran Dangkal Kaum Kafir, Iman Yang Sempurna, Sebelum Anda Menyesal, Perkataan Para Rasul, Kasih Sayang Orang Mukmin, Takut Kepada Allah, Mimpi Buruk Kekafiran, Nabi Isa Akan Datang Kembali, Al-Qur'an Memberi Keindahan Pada Kehidupan, Beragam Keindahan Ciptaan Allah 1-2-3-4, Perbuatan Dosa Bernama: 'Mencela', Rahasia Ujian Kehidupan, Hikmah Yang Benar Menurut Al-Qur'an, Perjuangan Melawan Agama Kaum yang Tidak Beragama, Tarbiyyah Nabi Yusuf, Bersekutu dalam Kebaikan, Fitnah Terhadap Umat Islam Sepanjang Sejarah, Urgensi Mengikuti Perkataan yang Baik, Mengapa Menipu Diri Sendiri?, Islam: Agama Mudah, Kegembiraan dan Keteguhan dalam Al-Qur'an, Melihat Kebaikan pada Segala Hal, Bagaimana Orang Bodoh Menafsirkan Al-Qur'an?, Sejumlah Rahasia Al-Qur'an, Keberanian Orang Mukmin.

Buku-buku berjudul Kebohongan Teori Evolusi, Bangsa-Bangsa Yang Diadzab, Bagi Kaum yang Berpikir, Hakikat Kehidupan Dunia, Bagaimana Seorang Muslim Berpikir?, Jangan Berpura-Pura Tidak Tahu, Keajaiban Semut, Keagungan Warna Ciptaan Allah, Penciptaan Alam Semesta, Allah Dapat Diketahui Melalui Akal, Nilai Akhlaq dalam Al-Qur'an, Konsep Dasar dalam Al-Qur'an, Pernahkan Anda Berpikir tentang Kebenaran?, Pemikiran Dangkal Kaum Kafir, Urgensi Akal dalam Al-Qur'an, dan Keajaiban DNA telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Keajaiban Semut dan Allah dapat Diketahui Melalui Akal telah diterjemahkan ke dalam bahasa Urdu. Kematian, Kebangkitan dan Neraka telah diterjemahkan ke bahasa Polandia. Bangsa-Bangsa yang Diadzab telah diterjemahkan ke bahasa Portugis, dan telah diterbitkan oleh berbagai penerbitan manca negara.

Banyak karya Harun Yahya yang kini tengah diterjemahkan ke bahasa Inggris, Perancis, Jerman, Itali, Rusia, Spanyol, Arab, Portugis, Albania, Serbo-Kroasia (Bosnia), Polandia, Urdu, Indonesia, Melayu dan Malayalam. Tujuan utama kami adalah untuk menterjemahkan semua buku tersebut ke dalam bahasa Inggris dan berbagai bahasa lainnya pada tahun 2001 dan menyebarkannya ke seluruh penjuru dunia agar bermanfaat bagi semua orang.

Dalam semua buku karya pengarang yang menggunakan nama pena Harun Yahya ini, semua topik yang disampaikan sangat sesuai dengan ajaran Al-Qur'an. Bahkan topik-topik yang disampaikan melalui bahasa ilmiah, yang kadang dianggap rumit dan membingungkan, diuraikan dengan sangat lugas dan jelas dalam buku-buku Harun Yahya. Tidaklah mengherankan jika buku-buku tersebut menarik semua orang dari segala umur dan lapisan masyarakat.

Buku-buku yang berhubungan dengan keimanan mendakwahkan tentang keberadaan dan keesaan Allah, dan ditulis dengan tujuan utama menyampaikan Islam kepada mereka yang jauh dari agama dan membuka hati mereka agar menerima kebenaran. Bagi pembaca Muslim, buku-buku tersebut berisikan nasehat dan peringatan. Penulis telah menerbitkan karya-karyanya tentang hal-hal pokok yang disebutkan dalam Al-Qur'an agar kaum Muslim dapat meningkatkan ketaqwaan dan kemampuan berpikir mereka secara mendalam.

Boycott 2012

By Katie Smith

Apparently terrorist appeasement is all the rage these days and Hollywood is no exception. Doomsday enthusiast Roland Emmerich, director of 2012 who also directed similar films such as Independence Day, The Day After Tomorrow, and to a lesser extent Godzilla, has made yet another literally earth-shattering film that leaves the entire world in shambles....except the symbol of Islam, of course.

In his latest doomsday film, 2012, Emmerich explores the what-ifs of the end of the world as predicted by the Mayan calendar and a bunch of new-age nuts. As is Emmerich's M.O., tidal waves strike, volcanoes erupt, planes fall out of the sky, the earth crumbles, buildings fall, people die, etc. He destroys everything from the White House to the Vatican. Yet, when it's all said and done, there is one thing left standing: The Kabaa.

The Kabaa is a structure in Mecca with a cubic base and two slender towers, and is considered to be the most sacred site in the Islamic religion. According to Islamic law, all Muslims must participate in the Hajj, a pilgrimage to Mecca to walk around the Kabaa, once in their lifetimes as long as they are financially and physically able.

Stating that he is against organized religion, Emmerich crumbled Christ the Redeemer, bulldozed the Basilica of St. Peter, and slaughtered the Sistine Chapel. Yet, he chose to spare the Kabaa. Pardon me, but when did Islam become an unorganized religion? Why not crush the Kabaa and stick it to all the world's religions?

"Well, I wanted to do that, I have to admit," Emmerich says. "But my co-writer Harald said, 'I will not have a fatwa on my head because of a movie.' And he was right. We have to all, in the Western world, think about this. You can actually...let...Christian symbols fall apart, but if you would do this with [an] Arab symbol, you would have...a fatwa, and that sounds a little bit like what the state of this world is. So it's just something which I kind of didn't [think] was [an] important element, anyway, in the film, so I kind of left it out."

Then why make the movie at all? If you're so painfully afraid of one small group's reaction to your art, then don't be an artist.

For those that don't know, and I'm guessing Emmerich is one, a fatwa is a Muslim scholar's interpretation of Islamic law. It has no legal ramifications. It simply means a Muslim scholar has decided someone has broken Islamic law. A fatwa is 100% meaningless to 99.9% of the world.

Still, it is extremely disturbing that anyone would willingly appease potential terrorists because they fear something so benign as a fatwa. Not only does it show a complete lack of courage, but it sends the wrong message to everyone. First, it tells artists that they should be afraid to express themselves freely and fully. Second, it gives preferential treatment to one faith over others. Last but not least, it lets Muslim terrorist crackpots know that without even slight intimidation, that the world is ready to succumb to their threats and bow to them in fear.

Because of this, artists, Christians, Jews, politicians, and anyone who believes in freedom should boycott this film. For a whole host of other reasons, Muslims should boycott it. Simply stated, Roland Emmerich is afraid of Muslims and tells the world that they should be too. Through his blatant expressions of fear, this director states Islam is something to dread, that Muslims are a daunting, war-loving people, that Muslims should not be given equal treatment, that hateful people must be placated and appeased, and most shamefully of all, that the small percentage of Muslim terrorist wackos in this world are representatives of the entire Islamic faith.

If you value your creativity, your faith, your freedom, do not give money or support to those that willingly sell these most precious values to the highest threat! Do not refuse to create out of fear! Do not give up your faith! Do not lose your freedom! Boycott 2012!


Sources:

“Fatwa.” Wikipedia. .

“Kabaa.” Wikipedia. .

Lee, Patrick. “What even Roland Emmerich won't destroy: an Islamic Landmark.” Sci Fi Wire. 02 November 2009. .

“Ronald Emerich.” Internet Movie Data Base. .

Sabtu, 23 Januari 2010

OUR KIDDING

Selasa, 19 Januari 2010

Workshop MAN 1 Surakarta

Gedung Workshop MAN 1 Surakarta

I. Umum profil workshop MAN 1 Surakarta.

Salah satu potensi yang ada di MAN 1 Surakarta adalah Program Ketrampilan. Program ini diadakan adalah untuk menjawab adanya hambatan bagi lulusan MAN 1 Surakarta untuk dapat berperan dimasyarakat khususnya bagi siswa yang tidak melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Kesulitan ekonomi merupakan penyebab tertinggi hambatan tersebut.

Sejak tahun 1999 MAN 1 Surakarta sudah berupaya mengangkat permasalahan ini pada pola dan wawasan pengembangan Madrasah ditingkat Nasional., dan pada 2001 mulai menggunakan sarana pengajaran yang didapat dari bantuan IDB yang seluruh Indonesia terdapat 82 Madrasah dengan 27 Program spesialisasi yang dipersiapakan. Adapun Program yang ada di MAN 1 Surakarta meliputi : 1 Program Tata Busana , Program Maintenance and Repair Komputer dan Kesekretarisan yang dilaksanakan pada Siang sampai sore hari. Selama 2 tahun ( 1080 jam ) setelah pada pagi harinya menerima pendidikan reguler seperti pada siswa lainnya..

Peserta siswa Ketrampilan ini setiap kelas terdapat 16 – 20 Siswa pada masing masing program , dengan instruktur sebanyak 6 orang baik tetap maupun tidak tetap.

II. Rencana Program Ketrampilan Workshop MAN 1 Surakarta


a. Sistem Pembelajaran.

Pengembangan kurikulum dalam hal adalah juga mengacu pada model kurikulum SMK yang antara lain adalah dengan mengalokasikan kurikulum ketrampilan yang sudah ada, kemudian dimodifikasi dan disesuaikan dengan seperti hal pada sekolah umum kejuruan yaitu dengan hanya menambahkan mata pelajaran lainnya seperti :

1. Untuk program Kesekretarisan dengan menambah Bhs. Inggris, Bhs Indonesia, PPKN, Matematika, Ekonomi, Akuntansi, Kewirausahaan dan ilmu-ilmu Sosial lainnya serta ilmu-ilmu keagamaan yang sebagaimana lazimnya diajarkan di lingkungan madrasah yaitu dengan muatan ilmu keagamaannya lebih banyak dibandingkan dengan sekolah umum lainnya.

2. Untuk program M & R Computer dengan menambahkan Bhs. Inggris, Bhs Indonesia, PPKN, Matematika, Fisika, Kewirausahaan dan lain-lain serta ilmu-ilmu keagamaan yang sebagaimana lazimnya diajarkan di lingkungan madrasah yaitu dengan muatan ilmu keagamaannya lebih banyak dibandingkan dengan sekolah umum lainnya.

3. Untuk program Tata Busana dengan menambah Bhs. Inggris, Bhs Indonesia, PPKN, Matematika, Biologi, Kimia, Akuntansi, Kewirausahaan, Aplikasi Komputer, dan lainnya serta ilmu-ilmu keagamaan yang sebagaimana lazimnya diajarkan di lingkungan madrasah yaitu dengan muatan ilmu keagamaannya lebih banyak dibandingkan dengan sekolah umum lainnya.

b. Pengembangan Model Kurikulum

Pengembangan kurikulum dalam hal adalah juga mengacu pada model kurikulum SMK yang antara lain adalah dengan mengalokasikan kurikulum ketrampilan yang sudah ada, kemudian dimodifikasi dan disesuaikan dengan seperti hal pada sekolah umum yaitu dengan hanya menambahkan mata pelajaran lainnya seperti :

1. Untuk program Kesekretarisan dengan menambah Bhs. Inggris, Bhs Indonesia, PPKN, Matematika, Ekonomi, Akuntansi, Kewirausahaan dan ilmu-ilmu Sosial lainnya serta ilmu-ilmu keagamaan yang sebagaimana lazimnya diajarkan di lingkungan madrasah yaitu dengan muatan ilmu keagamaannya lebih banyak dibandingkan dengan sekolah umum lainnya.

2. Untuk program M & R Computer dengan menambahkan Bhs. Inggris, Bhs Indonesia, PPKN, Matematika, Fisika, Kewirausahaan dan lain-lain serta ilmu-ilmu keagamaan yang sebagaimana lazimnya diajarkan di lingkungan madrasah yaitu dengan muatan ilmu keagamaannya lebih banyak dibandingkan dengan sekolah umum lainnya.

3. Untuk program Tata Busana dengan menambah Bhs. Inggris, Bhs Indonesia, PPKN, Matematika, Biologi, Kimia, Akuntansi, Kewirausahaan, Aplikasi Komputer, dan lainnya serta ilmu-ilmu keagamaan yang sebagaimana lazimnya diajarkan di lingkungan madrasah yaitu dengan muatan ilmu keagamaannya lebih banyak dibandingkan dengan sekolah umum lainnya.

c. Pengembangan Model Pembelajaran dan Evaluasi

Model pembelajaran yang direncanakan dalam pengembangan ini adalah sebagai berikut:

1. Siswa diberikan modul per 1 (satu) pokok bahasan yang terdiri dari sub-sub pokok bahasan atau mengambil lebih dari satu pokok bahasan menurut kemampuannya masing-masing.

2. Siswa mempelajari dengan berdasarkan teori yang telah diberikan sebelumnya.

3. Siswa mengerjakan/menyelesaikan tugas menurut job sheet masing-masing kemudian siswa menyelesaikan menurut kreatifitas dan persepsinya masing-masing.

4. Hasil dari kreatifitas masing-masing siswa diperiksakan kepada instruktur dan instruktur yang akan memberikan evaluasi sampai siswa tersebut benar-benar mengerti serta hasilnya sesuai dengan yang diharapkan menurut kurikulum atau job sheet.



5. Setiap siswa yang telah menyelesaikan 1 (satu) sub pokok bahasan atau lebih, maka siswa berhak untuk mengajukan uji kompetensi satu atau lebih sub pokok bahasan tersebut.

6. Siswa meminta/mengambil/ diberikan sub pokok bahasan yang lain.

7. Setelah siswa lulus dalam uji masing-masing sub pokok bahasan hingga satu pokok bahasan atau lebih selesai, maka siswa berhak untuk mengajukan uji kompetensi untuk satu pokok bahasan atau lebih dari pokok bahasan yang telah lulus uji kompetensinya pada tahap sub pokok bahasan sebelumnya.

8. Tahap terakhir siswa harus mengikuti uji materi secara keseluruhan ataupun masing-masing materi sesuai dengan kemampuannya.

9. Didalam uji kompetensi ini akan melibatkan sebagian industri / instansi /praktisi untuk menarik perhatian masyarakat tentang keberadaan Madrasah yang menyelenggarakan ketrampilan ini. Serta kemampuan siswa ketrampilan ini dapat diakui dan sesuai dengan pangsa pasar yang diperlukan pada perkembangan zaman.

10. Setelah semua hal diatas dapat dilalui, maka siswa dapat dinyatakan lulus dan tamat.

Aktivita KBM Di Workshop MAN 1 Surakarta











Ini adalah salah satu contoh kegiatan yang ada di Workshop MAn 1 Surakarta yang di persipkan untuk meningkatkan SDM Siswa MAN 1 Surakarta dalam menciptakan lapangan kerja

Jumat, November 09, 2007

Para Pendekar Sedang Memburu Antivirus Di LAB MAN 1 Ska


SELAMAT DAN SUKSES

Kegiatan KBM workshop Dalam MenDownload Antivirus Di LAB Internet MAN 1 Surakarta Pada Tgl. 9 November 2007

Senin, 18 Januari 2010

Setitik Harapan MAN-ku Sayang


Baru-baru ini Departemen Agama Pusat RI mengadakan kursus MBI di Jakarta, Australia dan Singapura. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 3 Januari - 2 Februari 2010. Dengan kursus ini, diharapkan dapat menyiapkan tenaga kependidikan MBI ( Madrasah Berstandar Internasional ). Baik dalam hal Manajemen sekolah MBI, penguasaan Teknologi Informasi, penguasaan Bahasa Inggris dan sebagainya.

Syukur Alhamdulillah, Bp Drs. H. Agus Hadi Susanto, Kepala MAN 1 Surakarta dipercaya sebagai salah satu peserta dalam kursus ini. Dengan keikut sertaan Bapak Kepala MAN 1 Surakarta diharapkan dapat memuluskan jalan bagi MAN 1 Surakarta menjadi Madrasah Berstandar Internasional.

Fa insya Allah. Amien

BOARDING SCHOOL-RSBI PRAKTEK DI PUSKOM UNS

2009 Juni 9
by history1978

IMG_0017Dalam rangka menambah pengetahuan dan ketrampilan siswa Program Boarding School dan RSBI MAN1 Surakarta dalam bidang komputer, pada tanggal 9 Juni 2009 mengadakan kegiatan Outdoor Class berupa Praktek Corel Draw di Pusat Komputer (PUSKOM) UNS. Kegiatan diikuti lebih kurang 50 siswa/siswi Boarding School dan RSBI MAN 1 Surakarta.IMG_0007

Menurut guru TIK MAN 1 Surakarta, Muhammad, S’Kom, dalam kegiatan ini siswa mempraktikkan teori yang telah diterimadi sekolah khususnya Program Corel Draw. Selain itu, merekajuga akan menerima sertifikat dari PUSKOM UNS. Semoga kegiatan ini semakin menambah pengetahuan dan pengalaman siswa dalam dunia multimedia.